SELAMAT DATANG DI CIPONTIRTA NEWS

Tuesday, November 29, 2011

Semarak Tahun Baru hijriah yang dimeriahkan oleh puluhan pelajar serta santri mermaikan sepanjang jalan Kota Serang. Hal ini ditunjukan untuk menghimbau agar masyarakat Banten khusunya kota serang tidak melupakan hari lahir islam. jangan hanya lantas bereuporia menghabiskna dana hanya sekedar nongkrong-nongkrong menyambut tahun baru Masehi yang sarat kepentingan-kepntingan yahudi dan misyionaris lainnya.



Masa ini menamakan dirinya ikatan pelajar Nahdlatul ulama (Cabang Kota Serang dan Komisariat IAIN) yang terdiri dari mahasiswa pelajar serta santri dari berbagai pondok salafi sekota serang.

Harapan kami selaku pengurus IPNU supaya semua masyarakat berbagai lini tidak melupakan sejarah bagai mana ketika nabi Muahammad SAW hijrah dengan misinya pada saat itu dan hari ini kita sebagai penerusnya harus hijrah pula bukan hanya dari mekkah ke madinah saja (Sejarah) akan tetapi mari kita hijrah dari prilaku yang buruk menjadi lebih baik dari pribadi yang dzolim menjadi pribadi yang bertanggung jawab agar Kota Serang menjadi benar-benar madani.

Ujar Koordiantor lapangan Rekan Hamid " Dengan diadakannya Pawai Obor saya berharap semua umat muslim khususnya kota Serang mengetahui bahwa hari sabtu tanggal 26 november 2011 ini adalah bertepatan dengan Tahun baru Islam 1 Muharram 1433 H. Dengan datangnya tahun baru Hijriah umat islam bisa hijrah dari yg baik menjadi yg lebih baik".





PC. IPNU KOTA SERANG

PK. IPNU IAIN "SMH" BANTEN

PAC. PONTIRTA ( PONTANG TIRTAYASA DAN TANARA )
PELAJAR DAN SANTRI SALAFIYAH





Serang 26 November 2011

Jalan Raya Kota Serang

BMS ( bintang motor sport )

Motor kamu rusak bawa ajah ke BMS (bintang motor sport) pontang dpn BRI . Ada banyak suku cadang motor terlengkap dan bergeransi, di tangani mekanik yang handal. Ga bkal nyesel deh di jamin puas pelayanan nya. Hub +6285883240428.

Wednesday, November 2, 2011

jalan puser akan di bangun.

jalan puser akan di bangun.


masyarakat puser kec.tirtayasa sudah lama mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak, sudah puluhan tahun masyarakat puser mengajukan proposal dan berdemo dan berdiskusi bagaimana agar jalan puser cepat di perbaiki,namun semuah usaha itu sia-sia, pemerintah diam membisu, bahkan pemerintah setempat pun tidak peduli dengan nasib warga nya, keluhan nya tidak di gubris sa...ma sekali. sudah puluhan tahun jlan tersebut rusak parah, korban pun sudah berjatuhan, mulai dari : tabrakan, terjatuh ( ter-pelesed) karna jalan licin sekali. dan sekarang masyarakat puser dan sekitar nya sangat senang sekali dengan rencana akan di bangun nya jalan puser bojong sampai jongjing kec.tirtayasa, sejak kemarin terlihat mobil alat-alat beat berada di wilayah puser, dan batu-batu pun sudah terlihat. rencana nya jalan puser secepat nya akan di perbaiki, masyarakat puser dan sekitar nya sangat senang sekali, terutama penulis merasa senag sekali, sudah lama "cipontirta news" mem publikasikan kondisi jalan puser,. (hifatullah/02/11/2011)

Thursday, October 27, 2011

115 Hektar Sawah di Kab Serang Kekeringan

banyak 115 hektare sawah di Kabupaten Serang mengalami kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau yang sudah tiga bulan ini terjadi. Demikian dikatakan Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Serang Tata Juarta di Serang, Senin (5/9).

Menurut Tata, kekeringan terjadi di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Tirtayasa 70 hektare, Kecamatan Petir 12 hektare, Mancak 3 hektare Kecamatan Kopo 30 hektare. “Umur padi berkisar antara 7 hingga 90 hari. Total sementara tanaman padi yang terkena kekeringan yaitu 115 hektare,” kata Tata.

Meski demikian, kata Tata, tanaman padi tersebut masih tetap bisa bertahan hidup selama beberapa hari ke depan. “Tanaman padi tersebut baru dalam kondisi terkena. Belum dinyatakan gagal panen. Kalau terkena tingkatannya baru ringan, sedang dan berat saja. Untuk laporan berapa yang puso belum ada karena masih kita pantau kondisinya,” katanya seraya mengatakan, jika dalam satu bulan ke depan sama sekali tidak ada hujan, maka jumlah tanaman padi yang terkena kekeringan akan bertambah.

“Sementara ini kekeringan belum berpengaruh pada produksi padi. Misalnya tanaman padi yang ada 20 ribu hektar yang terkena sekitar 100 hektaran, paling nol koma nol sekian persen jadi tidak berpengaruh,” katanya.

Tata mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kekeringan tersebut karena sumber air dari Bendung Pamarayan memang tidak ada. “Kalau tidak ada sumber airnya ya bagaimana. Kalau untuk yang puso, nanti bisa dibantu minimal dengan pengadaan benih melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, ini harus berdasarkan berita acara tim pemeriksa dari tingkat kecamatan dan kabupaten,” katanya.

Kepala Seksi Irigasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang, Roni Natadipraja menginformasikan bahwa hampir seluruh saluran irigasi milik Kabupaten Serang saat ini mengalami kekeringan. “Ada 234 saluran irigasi yang menjadi kewenangan pemkab Serang. Hampir semua kering,” katanya seraya mengatakan kekeringan irigasi terjadi bukan karena kerusakan saluran irigasi melainkan karena memang sumber air yang kering karena kemarau.

Mantri Pengairan Bendung Pamarayan Dedi Supandi mengatakan bahwa kondisi air di Bendung Pamarayan yang mengairi irigasi di Kabupaten Serang saat ini memang sedang kecil. “Minggu kemarin ketinggiannya mencapai 12,50 meter, sekarang menjadi 12,70 meter, ada penambahan sekitar 20 centimeter, mungkin di selatan ada hujan jadi ketinggian air bertambah sedikit,” katanya.

Dalam keadaan normal, kata Dedi, ketinggian air di Bendung Pamarayan mencapai 13,10 meter dan itu cukup untuk pengairan irigasi, bahkan banyak air yang dibuang ke laut.

Pantai Lontar Serang Tempat Mesum ABG

Pantai Lontar Indah di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten dikeluhkan masyarakat karena kerap jadi tempat mesum muda-mudi dari berbagai tempat.

Biing, warga Desa Bankir, Kecamatan Tirtayasa mengatakan, seti

ap malam, selalu saja ada anak baru gede (ABG) yang berpacaran di pantai tersebut. “Yang ciuman, dan melakukan apa segala macam ada. Orang saya kalau lewat ngejejer di sana ABG yang lagi pacaran. Apalagi kalau malem Minggu,” kata Biing, Jum’at .

Biing khawatir, kondisi itu jika dibiarkan akan membawa dampak buruk kepada masyarakat Tirtayasa. Biing berharap pemerintah daerah segera menindak ABG yang perilakunya sudah merusak moral tersebut. Warga berharao bisa menertibkan lokasi tersebut. “Saya kalau bicara bahasa agama takut kena azab Kang,” tutur Biing.

Koordinator Pergerakan Serang Utara (Pesat), Aldin mengatakan, belum lama ini, masyarakat menangkap beberapa pasangan yang melakukan tindakan mesum. “Biasanya banyak saat hari libur atau ada masyarakat yang hajatan,” kata Aldin.

Masyarakat Serang utara awal Januari lalu sebenarnya sudah pernah mendesak DPRD Kabupaten Serang untuk segera mengambil tindakan, tetapi sampai saat ini belum ada respons yang serius. Komunitas Masyarakat Serang Utara (KMSU) bahkan telah menyiapkan data visual praktik kemaksiatan yang terjadi di kawasan Pantai Lontar.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Serang, Ridwan Surbakti mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia pun belum mengetahui rencana ke depan pengembangan pantai Lontar. “Saya baru kan menjadi kepala dinas. Nanti kita akan cek kembali harusnya seperti apa. Itu sebelumnya memang sudah ada programnya. Tapi saya lupa. Memang seharusnya hal-hal tersebut bisa dicegah,” tuturnya. (haryono/B)

Kekeringan di Pontirta dan Pasokan Air Bersih PDAM Putus Akibatkan Warga Kesulitan Air

Sejak terjadinya gagal panen akibat kemarau yg menerpa 226 hektar petani di banten, saat ini areal sawah seluas 86.114 hektar di Banten merupakan sawah tadah hujan dari total luas baku sawah di Banten seluas 197.530 hektar. Adapun Serang Utara sebagai lumbung padi provinsi yang berbasis tadah hujan terkena imbasnya dengan gagalnya panen di kecamatan Tirtayasa 86 hektare, Kopo 30 hektare , Mancak 3 hektare, Tunjung Teja 25 hektare, Tanara 25 hektare dan Kecamatan Petir 45 hektare antisipasi terkait masih belum nampak dilakukan.





Sebagaimana kutipan antara

yang menjelaskan Tim Reaksi Cepat bentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten belum mampu memberikan laporan investigatif atas krisis yg terjadi untuk memantau warga yang kesulitan air bersih didaerah.



Terlebih surutnya sungai sebagai sumber tadah hujan masyarakat serang utara menyusut drastis. Investigasi dilakukan pada Sungai yg membelah cipatuk hingga linduk, tingkat surut mencapai 1 meter (lihat foto2). Batas tersebut terlihat jelas pada beton jembatan dan ukuran tanggul yg surut. Bahkan, Pipa PDAM tidak mencapai air, sehingga pasokan air bersih untuk masyarakat putus.



Pantauan pada hulu bendungan Pamarayan juga terjadi penyusutan drastis. Pelaksana Operasional dan Pemeliharaan Bendung Pamarayan Nendi Zulfandi mengatakan, kondisi air Bendung Pamarayan di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, semakin

menyusut.



Bila demikian, tidak hanya persoalan musim tanam petani sawah, perkebunan yang terancam, tetapi lebih dahsyat lagi adalah putusnya pasokan air bersih bagi masyarakat pontirta (pontang, tirtayasa dan tanara) yang merupakan sumber hajat utama untuk keseharian kebersihan. Dengan hilangnya pasokan air bersih tersebut, dipastik musim diare, penyakit kulit dan epidemi lainnya akan marak menjadi fenomena yang akan dijumpai.



Masyarakat kampung Linduk dan Kubang Puji yang dekat dengan PDAM menjelaskan kesulitannya mendapat air bersih, bahkan bila mendapat air pun, air tersebut berwarna lumpur sangat jauh dari standar baku mutu. Kesulitan tersebut ditambah dengan susut sungai sekunder, dan keringnya irigasi. Kreatifitas masyarakat membuat kolam sumur disungai mencerminkan keadaan dalam siaga bencana kemarau.





Sejauh ini, isu kemarau masih kalah menarik dari isu politik lainnya, padahal utamanya; hak hajat hidup masyarakat harus diutamakan untuk diberi pelayanannya.





Apakah dengan pasokan air bersih yg putus dapat mendongkrak popularitas calon gubernur untuk menarik simpati konstituen dengan memberikan tangki air bersih sebagai modal mendulang suara pemilu? CUKUP! Masyalah air adalah air, tak usah dibawa kepolitik segala.



Masyarakat pontirta sudah terkena imbas kemarau. Saatnya, suplai air pada segala hulu sungai dialiri.



Kebijakan irigasi dan peta pasokan air harus menjadi prioritas saat ini, sebelum ancaman yang disebutkan diatas terjadi. Mari sama-sama menyuarakan isu kemarau ini menjadi isu utama yg penting untuk diselesaikan segera. (SEIKIBAE/LLJ)

WebRepOverall rating

Eksploitasi Pasir Darat Resahkan Warga Serang

Eksploitasi pasir darat di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang kembali beroperasi.

Kondisi ini kembali membuat warga resah, karena dampak dari aktivitas tersebut merugikan warga sekitar, termasuk kerusakan lingkungan yang mengancam terjadinya bencana alam.

Sekretaris Aliansi Mahasiswa Pontang, Tirtayasa, Tanara dan Carenang (AMPT2C) Iwan Sofyan,

mengatakan, sejumlah kerugian yang dirasakan warga antara lain membuat infrastruktur jalan di wilayah Pontang Tirtayasa dan Tanara (Pontirta) rusak parah.

Selain itu, menimbulkan debu yang membuat warga sesak nafas, dan jalan berlumpur saat musim hujan tiba. "Dampak yang paling besar dan cukup berbahaya adalah abrasi," ujarnya.

Pemkab Serang, kata dia, tetap membiarkan dan memuluskan izin aktivitas penambangan tersebut, sama artinya dengan membiarkan warga tersiksa dan dibiarkan mati perlahan.

TETAP BERJALAN
"Akhir Januari lalu, Pemkab Serang menghentikan penambangan pasir di Lontar dan sekitarnya karena surat izin telah habis, dan Pak Bupati berjanji tidak akan memberikan perpanjangan izin ke penambang.

Kenyataan di lapangan, penambangan pasir tetap saja berjalan sampai sekarang dan tidak menghiraukan dampak yang ditimbulkannya," sebutnya.

"Paling ironis, pimpinan kecamatan hanya asyik menjadi penonton dan tidak memperjuangkan warganya," tambah Iwan seraya mendesak pemkab segera bertindak.
(tommy/ds/g)