Saturday, March 17, 2012
SMANTIR CUP II
akhirnya setelah di tunggu-tunggu sekian lama, SMPN 1 CIRUAS Lah Yang Berhasil Membawa juara Umum Di SMANTIR CUP II, Dengan Membawa 10 Piala Dan 1 Piala Bergilir. Selamat Kepada Para Juara di acara SMANTIR CUP I
Sunday, February 5, 2012
Saturday, February 4, 2012
MARS IPNU - IPPNU
IPNU
Wahai pelajar indonesia
siapkanlah barisanmu
bertekad bulat bersatu
di bawah kibaran panji IPNU
Ayo hai pelajar islam yang setia
kembangkanlah agamamu
dalam negara Indonesia,
tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar
berjuang serta bertakwa
kita bina watak nusa dan bangsa
tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai pelajar islam jaya
tunaikanlah kewajiban yang mulia
ayo maju......pantang mundur...
dengan rahmat Tuhan kita perjuangkan
ayo, maju....pantang mundur...
pasti tercapai adil makmur.
IPPNU
Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
ayunkan langkah, pukul genderang
segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
tiada gunung setinggi cita
sujud kepala kepada Tuhan
tegak kepala lawan derita
Di malam yang sepi, di pagi yang terang
hatiku teguh bagimu ikatan
di malam yang hening, di hati membakar
hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga di taman
mekar cintaku pada ikatan
ilmu kucari, amal kuberi
untuk agama, bangsa, negeri
Wahai pelajar indonesia
siapkanlah barisanmu
bertekad bulat bersatu
di bawah kibaran panji IPNU
Ayo hai pelajar islam yang setia
kembangkanlah agamamu
dalam negara Indonesia,
tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar
berjuang serta bertakwa
kita bina watak nusa dan bangsa
tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai pelajar islam jaya
tunaikanlah kewajiban yang mulia
ayo maju......pantang mundur...
dengan rahmat Tuhan kita perjuangkan
ayo, maju....pantang mundur...
pasti tercapai adil makmur.
IPPNU
Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
ayunkan langkah, pukul genderang
segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
tiada gunung setinggi cita
sujud kepala kepada Tuhan
tegak kepala lawan derita
Di malam yang sepi, di pagi yang terang
hatiku teguh bagimu ikatan
di malam yang hening, di hati membakar
hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga di taman
mekar cintaku pada ikatan
ilmu kucari, amal kuberi
untuk agama, bangsa, negeri
Sejarah IPNU - IPPNU
IPNU - IPPNU
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang).
Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.
Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003, IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya di sekolah dan pesantren.
Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Lain IPNU,lain juga IPPNU yang merupakan wadah aspirasi remaja putri NU.
Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.
Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi.
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang).
Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.
Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003, IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya di sekolah dan pesantren.
Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Lain IPNU,lain juga IPPNU yang merupakan wadah aspirasi remaja putri NU.
Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.
Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi.
Friday, February 3, 2012
Aksi Solidaritas Peduli Korban Puting Beliung Tengkurak Kec.Tirtayasa!! Oleh IPPNU DAN IPNU PONTIRTA !!
Aksi Solidaritas Peduli Korban Puting Beliung Tengkurak Kec.Tirtayasa!! Oleh IPPNU DAN IPNU PONTIRTA !!
Pelajar Dari Pontirta Melakukan Sebuah Aksi Solidaritas Peduli KOrban Puting Beliung Di Tengkurak !! Meraka Dari Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama Dari Pontirta Melakukan Sebuah Aksi Penggelangan Dana Dan Sudah Terkumpul Sebesar 1.351.000 Dan Langsung Di serahkan Ke Posko Di Tengkurak !! Mereka Sangat Senang Bisa membantu Walau Yang Di Dapat sangat sedikit !! Salam Pelajar !! Hifatullah/media/A0A9-69CC/hifat11/PICT2589.JPG
Pelajar Dari Pontirta Melakukan Sebuah Aksi Solidaritas Peduli KOrban Puting Beliung Di Tengkurak !! Meraka Dari Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama Dari Pontirta Melakukan Sebuah Aksi Penggelangan Dana Dan Sudah Terkumpul Sebesar 1.351.000 Dan Langsung Di serahkan Ke Posko Di Tengkurak !! Mereka Sangat Senang Bisa membantu Walau Yang Di Dapat sangat sedikit !! Salam Pelajar !! Hifatullah/media/A0A9-69CC/hifat11/PICT2589.JPG
Mantan Kepala PLS di Kab. Serang ,Dituntut 18 Bulan Penjara !
Mantan Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang, Supyan Sori, dituntut 18 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (10/1).
Sidang perkara dugaan korupsi bantuan wajib belajar (Wajar) sembilan tahun dan pemberantasan buta aksara atau keaksaraan fungsional senilai Rp15 miliar tahun 2007 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang ini dipimpin majelis hakim diketuai Rasminto, SH.
Terdakwa yang juga Ketua Panitia ini dinyatakan JPU Retno Liestyanti, SH telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair satu bulan penjara.
“Terdakwa selaku Pembina Forum Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) telah menerima uang kebersamaan dari ketua forum PKBM se-Kabupaten Tangerang sebesar Rp 20 juta yang diserahkan H. Sukebi Mofea bersama Tatang Rusmana (dua terdakwa berkas terpisah-red),” ungkap Retno, SH, seraya menambahkan perkara tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 700 juta.
Retno, SH mengatakan, bila dana yang berasal dari APBN dalam hal ini dana pemberantasan keaksaraan fungsional yang tersisa maka sesuai ketentuan KEPPRES RI no.72 tahun 2004 tentang pedoman pelaksanaaan APBN haruslah dikembalikan kepada kas negara, bukannya dibagikan kepada orang lain.
JPU menyebutkan, hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa selaku PNS tidak memberikan contoh atau suri teladan bagi masyarakat, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi.
“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan, dan berterus terang di persidangan, mempunyai tanggungan keluarga, dan telah mengembalikan uang yang diterimanya ke kas negara Rp 20 juta,” tutur Retno, SH.
Seusai pembacaan tuntutan, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledooi) pada persidangan pekan depan.
Seperti diketahui, terdakwa dalam kasus yang sama, Tatang Rusmana (Wakil Sekretaris Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tangerang), mengumpulkan uang kebersamaan (fee) senilai 10 persen dari total bantuan senilai Rp 15 miliar dari APBN yang disalurkan kepada organisasi penyelenggara PKBM melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Banten.
Hasilnya, terkumpul dana Rp 797 juta. Kemudian uang tersebut dibagi untuk pejabat Dindik Kabupaten Tangerang Rp 20 juta (terdakwa Supyan Sori), forum pemilik PKBM Rp 120 juta, UPTD Dindik kecamatan Rp 60 juta, staf Dindik Tangerang Rp 18 juta, forum PKBM Rp 70 juta, dan lain-lain
Sidang perkara dugaan korupsi bantuan wajib belajar (Wajar) sembilan tahun dan pemberantasan buta aksara atau keaksaraan fungsional senilai Rp15 miliar tahun 2007 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang ini dipimpin majelis hakim diketuai Rasminto, SH.
Terdakwa yang juga Ketua Panitia ini dinyatakan JPU Retno Liestyanti, SH telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair satu bulan penjara.
“Terdakwa selaku Pembina Forum Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) telah menerima uang kebersamaan dari ketua forum PKBM se-Kabupaten Tangerang sebesar Rp 20 juta yang diserahkan H. Sukebi Mofea bersama Tatang Rusmana (dua terdakwa berkas terpisah-red),” ungkap Retno, SH, seraya menambahkan perkara tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 700 juta.
Retno, SH mengatakan, bila dana yang berasal dari APBN dalam hal ini dana pemberantasan keaksaraan fungsional yang tersisa maka sesuai ketentuan KEPPRES RI no.72 tahun 2004 tentang pedoman pelaksanaaan APBN haruslah dikembalikan kepada kas negara, bukannya dibagikan kepada orang lain.
JPU menyebutkan, hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa selaku PNS tidak memberikan contoh atau suri teladan bagi masyarakat, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi.
“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan, dan berterus terang di persidangan, mempunyai tanggungan keluarga, dan telah mengembalikan uang yang diterimanya ke kas negara Rp 20 juta,” tutur Retno, SH.
Seusai pembacaan tuntutan, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledooi) pada persidangan pekan depan.
Seperti diketahui, terdakwa dalam kasus yang sama, Tatang Rusmana (Wakil Sekretaris Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tangerang), mengumpulkan uang kebersamaan (fee) senilai 10 persen dari total bantuan senilai Rp 15 miliar dari APBN yang disalurkan kepada organisasi penyelenggara PKBM melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Banten.
Hasilnya, terkumpul dana Rp 797 juta. Kemudian uang tersebut dibagi untuk pejabat Dindik Kabupaten Tangerang Rp 20 juta (terdakwa Supyan Sori), forum pemilik PKBM Rp 120 juta, UPTD Dindik kecamatan Rp 60 juta, staf Dindik Tangerang Rp 18 juta, forum PKBM Rp 70 juta, dan lain-lain
Penggelangan Dana Untuk Tengkurak !
Siswa-siswi dari osis dan pramuka SMAN 1 TIRTAYASA melakukan sebuah aksi solidaritas dengan menggalang dana dari siswa-siswi atau guru-guru SMAN 1 TIRTAYASA untuk membantu dan meringankan korban bencana alam yang terjadi di tengkurak kec.tirtayasa kab.serang pada hari minggu 29-01-2012, yang mengakibatkan pohon-pohon tumbang dan rumah-rumah rusak berat yang mengakibatkan jatuhnya korban 3 orang luka berat dan 2 orang lainnya tewas
Total : 5 orang korban jiwa
30 Rumah Rusak berat
Total : 5 orang korban jiwa
30 Rumah Rusak berat
Angin Puting Beliung Meluluh Lantakan Ds.Tengkurak
SERANG-Puting beliung yang disertai hujan deras menerjang pemukiman warga di Kampung Tengkurak, Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Minggu (29/1) pukul 13.30. Akibat peristiwa amukan angin kencang itu seorang bocah bernama Badrudin, 5, tewas. Bocah malang itu tewas dengan kepala pecah lantaran tertimpa rumahnya yang ambruk. Selain itu, 6 warga lainnya mengalami luka ringan dalam peristiwa tersebut. Mereka antara lain, Mastur, 15; Carwi, 50; Mimin, 15 dan Rusiman, 40.
Di samping itu juga 10 rumah rusak berat, 64 rusak ringan dan 19 kandang peternakan ambruk. ”Bocah yang meninggal sudah dikebumikan pukul 16.00 tadi (semalam, Red) di pemakaman desa setempat. Kita sudah melayat ke rumah korban. Pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini dengan ikhlas,” terang Camat Tirtayasa Mas Elan Apandi, Minggu (29/1).
Adapun untuk koban yang luka ringan, kata Elan juga, sudah diobati dengan bantuan petugas kesehatan dari Puskesmas Tirtayasa. ”Terkait santunan buat korban kita akan saya koordinasi dulu dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang,” terangnya juga. Elan juga mengaku sudah menghubungi Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang untuk membantu warga yang tengah kesusahan tersebut. ”Mudah-mudahan untuk penanganan darurat segera bisa dilaksanakan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana Kecamatan Tirtayasa Nasrullah mengatakan pihak Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Serang sudah meluncur ke lokasi kejadian dengan membawa bantuan berupa tenda darurat dan dapur umum. ”Tenda itu nanti untuk mengungsikan warga yang rumahnya roboh,” katanya.
Salmah 32, salah satu warga Tengkurak yang rumahnya roboh tertimpa pohon Asam mengatakan, saat kejadian dirinya tengah berada di sawah sedang menanam padi. Sedangkan suaminya Mahdi sedang di empang memanen ikan.
”Di rumah hanya ada anak-anak. Tapi alhamdulillah semuanya selamat,” terangnya. Dia berharap agar rumahnya yang rusak bisa diperbaiki dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Pasalnya saat ini tengah musim hujan. ”Kalau nggak diperbaiki nanti kami tidurnya di mana,” terangnya seraya mengatakan untuk sementara ini dirinya beserta keluarga menumpang di rumah orangtuanya.
Di samping itu juga 10 rumah rusak berat, 64 rusak ringan dan 19 kandang peternakan ambruk. ”Bocah yang meninggal sudah dikebumikan pukul 16.00 tadi (semalam, Red) di pemakaman desa setempat. Kita sudah melayat ke rumah korban. Pihak keluarga sudah menerima peristiwa ini dengan ikhlas,” terang Camat Tirtayasa Mas Elan Apandi, Minggu (29/1).
Adapun untuk koban yang luka ringan, kata Elan juga, sudah diobati dengan bantuan petugas kesehatan dari Puskesmas Tirtayasa. ”Terkait santunan buat korban kita akan saya koordinasi dulu dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang,” terangnya juga. Elan juga mengaku sudah menghubungi Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang untuk membantu warga yang tengah kesusahan tersebut. ”Mudah-mudahan untuk penanganan darurat segera bisa dilaksanakan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana Kecamatan Tirtayasa Nasrullah mengatakan pihak Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Serang sudah meluncur ke lokasi kejadian dengan membawa bantuan berupa tenda darurat dan dapur umum. ”Tenda itu nanti untuk mengungsikan warga yang rumahnya roboh,” katanya.
Salmah 32, salah satu warga Tengkurak yang rumahnya roboh tertimpa pohon Asam mengatakan, saat kejadian dirinya tengah berada di sawah sedang menanam padi. Sedangkan suaminya Mahdi sedang di empang memanen ikan.
”Di rumah hanya ada anak-anak. Tapi alhamdulillah semuanya selamat,” terangnya. Dia berharap agar rumahnya yang rusak bisa diperbaiki dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Pasalnya saat ini tengah musim hujan. ”Kalau nggak diperbaiki nanti kami tidurnya di mana,” terangnya seraya mengatakan untuk sementara ini dirinya beserta keluarga menumpang di rumah orangtuanya.
Friday, December 30, 2011
CIPONTIRTA NEWS >>>>>>>
Radar Berita Cipontirta adalah sebuah media yang menayangkan / mempublikasikan sebuah kejadian – kejadian seperti kriminal, kebijakan, korupsi, kritik DLL
Dan Mempublikaskan karya Anak CIPONTIRTA Yang Berupa :
- Seni ( Musik, Video, disein-disein )
- Produk – Produk hasil kreasi
- Prestasi pelajar / mahasiswa. Dll
Yang berada Di wilayah ( Ciruas, Pontang, Tirtayasa dan Tanara )
Anda Dapat menemukan Radar Berita Cipontirta di Media :
- Online ( weblog, facebook, tweter DLL )
- Elektrnoik ( Radio dan Televisi )
- Cetak ( Koran, majalah, buku dan Mading – mading sekolah
Dan Mempublikaskan karya Anak CIPONTIRTA Yang Berupa :
- Seni ( Musik, Video, disein-disein )
- Produk – Produk hasil kreasi
- Prestasi pelajar / mahasiswa. Dll
Yang berada Di wilayah ( Ciruas, Pontang, Tirtayasa dan Tanara )
Anda Dapat menemukan Radar Berita Cipontirta di Media :
- Online ( weblog, facebook, tweter DLL )
- Elektrnoik ( Radio dan Televisi )
- Cetak ( Koran, majalah, buku dan Mading – mading sekolah
Tuesday, November 29, 2011
Semarak Tahun Baru hijriah yang dimeriahkan oleh puluhan pelajar serta santri mermaikan sepanjang jalan Kota Serang. Hal ini ditunjukan untuk menghimbau agar masyarakat Banten khusunya kota serang tidak melupakan hari lahir islam. jangan hanya lantas bereuporia menghabiskna dana hanya sekedar nongkrong-nongkrong menyambut tahun baru Masehi yang sarat kepentingan-kepntingan yahudi dan misyionaris lainnya.
Masa ini menamakan dirinya ikatan pelajar Nahdlatul ulama (Cabang Kota Serang dan Komisariat IAIN) yang terdiri dari mahasiswa pelajar serta santri dari berbagai pondok salafi sekota serang.
Harapan kami selaku pengurus IPNU supaya semua masyarakat berbagai lini tidak melupakan sejarah bagai mana ketika nabi Muahammad SAW hijrah dengan misinya pada saat itu dan hari ini kita sebagai penerusnya harus hijrah pula bukan hanya dari mekkah ke madinah saja (Sejarah) akan tetapi mari kita hijrah dari prilaku yang buruk menjadi lebih baik dari pribadi yang dzolim menjadi pribadi yang bertanggung jawab agar Kota Serang menjadi benar-benar madani.
Ujar Koordiantor lapangan Rekan Hamid " Dengan diadakannya Pawai Obor saya berharap semua umat muslim khususnya kota Serang mengetahui bahwa hari sabtu tanggal 26 november 2011 ini adalah bertepatan dengan Tahun baru Islam 1 Muharram 1433 H. Dengan datangnya tahun baru Hijriah umat islam bisa hijrah dari yg baik menjadi yg lebih baik".
PC. IPNU KOTA SERANG
PK. IPNU IAIN "SMH" BANTEN
PAC. PONTIRTA ( PONTANG TIRTAYASA DAN TANARA )
PELAJAR DAN SANTRI SALAFIYAH
Serang 26 November 2011
Jalan Raya Kota Serang
Masa ini menamakan dirinya ikatan pelajar Nahdlatul ulama (Cabang Kota Serang dan Komisariat IAIN) yang terdiri dari mahasiswa pelajar serta santri dari berbagai pondok salafi sekota serang.
Harapan kami selaku pengurus IPNU supaya semua masyarakat berbagai lini tidak melupakan sejarah bagai mana ketika nabi Muahammad SAW hijrah dengan misinya pada saat itu dan hari ini kita sebagai penerusnya harus hijrah pula bukan hanya dari mekkah ke madinah saja (Sejarah) akan tetapi mari kita hijrah dari prilaku yang buruk menjadi lebih baik dari pribadi yang dzolim menjadi pribadi yang bertanggung jawab agar Kota Serang menjadi benar-benar madani.
Ujar Koordiantor lapangan Rekan Hamid " Dengan diadakannya Pawai Obor saya berharap semua umat muslim khususnya kota Serang mengetahui bahwa hari sabtu tanggal 26 november 2011 ini adalah bertepatan dengan Tahun baru Islam 1 Muharram 1433 H. Dengan datangnya tahun baru Hijriah umat islam bisa hijrah dari yg baik menjadi yg lebih baik".
PC. IPNU KOTA SERANG
PK. IPNU IAIN "SMH" BANTEN
PAC. PONTIRTA ( PONTANG TIRTAYASA DAN TANARA )
PELAJAR DAN SANTRI SALAFIYAH
Serang 26 November 2011
Jalan Raya Kota Serang
BMS ( bintang motor sport )
Motor kamu rusak bawa ajah ke BMS (bintang motor sport) pontang dpn BRI . Ada banyak suku cadang motor terlengkap dan bergeransi, di tangani mekanik yang handal. Ga bkal nyesel deh di jamin puas pelayanan nya. Hub +6285883240428.
Wednesday, November 2, 2011
jalan puser akan di bangun.
jalan puser akan di bangun.
masyarakat puser kec.tirtayasa sudah lama mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak, sudah puluhan tahun masyarakat puser mengajukan proposal dan berdemo dan berdiskusi bagaimana agar jalan puser cepat di perbaiki,namun semuah usaha itu sia-sia, pemerintah diam membisu, bahkan pemerintah setempat pun tidak peduli dengan nasib warga nya, keluhan nya tidak di gubris sa...ma sekali. sudah puluhan tahun jlan tersebut rusak parah, korban pun sudah berjatuhan, mulai dari : tabrakan, terjatuh ( ter-pelesed) karna jalan licin sekali. dan sekarang masyarakat puser dan sekitar nya sangat senang sekali dengan rencana akan di bangun nya jalan puser bojong sampai jongjing kec.tirtayasa, sejak kemarin terlihat mobil alat-alat beat berada di wilayah puser, dan batu-batu pun sudah terlihat. rencana nya jalan puser secepat nya akan di perbaiki, masyarakat puser dan sekitar nya sangat senang sekali, terutama penulis merasa senag sekali, sudah lama "cipontirta news" mem publikasikan kondisi jalan puser,. (hifatullah/02/11/2011)
masyarakat puser kec.tirtayasa sudah lama mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak, sudah puluhan tahun masyarakat puser mengajukan proposal dan berdemo dan berdiskusi bagaimana agar jalan puser cepat di perbaiki,namun semuah usaha itu sia-sia, pemerintah diam membisu, bahkan pemerintah setempat pun tidak peduli dengan nasib warga nya, keluhan nya tidak di gubris sa...ma sekali. sudah puluhan tahun jlan tersebut rusak parah, korban pun sudah berjatuhan, mulai dari : tabrakan, terjatuh ( ter-pelesed) karna jalan licin sekali. dan sekarang masyarakat puser dan sekitar nya sangat senang sekali dengan rencana akan di bangun nya jalan puser bojong sampai jongjing kec.tirtayasa, sejak kemarin terlihat mobil alat-alat beat berada di wilayah puser, dan batu-batu pun sudah terlihat. rencana nya jalan puser secepat nya akan di perbaiki, masyarakat puser dan sekitar nya sangat senang sekali, terutama penulis merasa senag sekali, sudah lama "cipontirta news" mem publikasikan kondisi jalan puser,. (hifatullah/02/11/2011)
Thursday, October 27, 2011
115 Hektar Sawah di Kab Serang Kekeringan
banyak 115 hektare sawah di Kabupaten Serang mengalami kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau yang sudah tiga bulan ini terjadi. Demikian dikatakan Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Serang Tata Juarta di Serang, Senin (5/9).
Menurut Tata, kekeringan terjadi di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Tirtayasa 70 hektare, Kecamatan Petir 12 hektare, Mancak 3 hektare Kecamatan Kopo 30 hektare. “Umur padi berkisar antara 7 hingga 90 hari. Total sementara tanaman padi yang terkena kekeringan yaitu 115 hektare,” kata Tata.
Meski demikian, kata Tata, tanaman padi tersebut masih tetap bisa bertahan hidup selama beberapa hari ke depan. “Tanaman padi tersebut baru dalam kondisi terkena. Belum dinyatakan gagal panen. Kalau terkena tingkatannya baru ringan, sedang dan berat saja. Untuk laporan berapa yang puso belum ada karena masih kita pantau kondisinya,” katanya seraya mengatakan, jika dalam satu bulan ke depan sama sekali tidak ada hujan, maka jumlah tanaman padi yang terkena kekeringan akan bertambah.
“Sementara ini kekeringan belum berpengaruh pada produksi padi. Misalnya tanaman padi yang ada 20 ribu hektar yang terkena sekitar 100 hektaran, paling nol koma nol sekian persen jadi tidak berpengaruh,” katanya.
Tata mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kekeringan tersebut karena sumber air dari Bendung Pamarayan memang tidak ada. “Kalau tidak ada sumber airnya ya bagaimana. Kalau untuk yang puso, nanti bisa dibantu minimal dengan pengadaan benih melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, ini harus berdasarkan berita acara tim pemeriksa dari tingkat kecamatan dan kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Irigasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang, Roni Natadipraja menginformasikan bahwa hampir seluruh saluran irigasi milik Kabupaten Serang saat ini mengalami kekeringan. “Ada 234 saluran irigasi yang menjadi kewenangan pemkab Serang. Hampir semua kering,” katanya seraya mengatakan kekeringan irigasi terjadi bukan karena kerusakan saluran irigasi melainkan karena memang sumber air yang kering karena kemarau.
Mantri Pengairan Bendung Pamarayan Dedi Supandi mengatakan bahwa kondisi air di Bendung Pamarayan yang mengairi irigasi di Kabupaten Serang saat ini memang sedang kecil. “Minggu kemarin ketinggiannya mencapai 12,50 meter, sekarang menjadi 12,70 meter, ada penambahan sekitar 20 centimeter, mungkin di selatan ada hujan jadi ketinggian air bertambah sedikit,” katanya.
Dalam keadaan normal, kata Dedi, ketinggian air di Bendung Pamarayan mencapai 13,10 meter dan itu cukup untuk pengairan irigasi, bahkan banyak air yang dibuang ke laut.
Menurut Tata, kekeringan terjadi di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Tirtayasa 70 hektare, Kecamatan Petir 12 hektare, Mancak 3 hektare Kecamatan Kopo 30 hektare. “Umur padi berkisar antara 7 hingga 90 hari. Total sementara tanaman padi yang terkena kekeringan yaitu 115 hektare,” kata Tata.
Meski demikian, kata Tata, tanaman padi tersebut masih tetap bisa bertahan hidup selama beberapa hari ke depan. “Tanaman padi tersebut baru dalam kondisi terkena. Belum dinyatakan gagal panen. Kalau terkena tingkatannya baru ringan, sedang dan berat saja. Untuk laporan berapa yang puso belum ada karena masih kita pantau kondisinya,” katanya seraya mengatakan, jika dalam satu bulan ke depan sama sekali tidak ada hujan, maka jumlah tanaman padi yang terkena kekeringan akan bertambah.
“Sementara ini kekeringan belum berpengaruh pada produksi padi. Misalnya tanaman padi yang ada 20 ribu hektar yang terkena sekitar 100 hektaran, paling nol koma nol sekian persen jadi tidak berpengaruh,” katanya.
Tata mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kekeringan tersebut karena sumber air dari Bendung Pamarayan memang tidak ada. “Kalau tidak ada sumber airnya ya bagaimana. Kalau untuk yang puso, nanti bisa dibantu minimal dengan pengadaan benih melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, ini harus berdasarkan berita acara tim pemeriksa dari tingkat kecamatan dan kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Irigasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang, Roni Natadipraja menginformasikan bahwa hampir seluruh saluran irigasi milik Kabupaten Serang saat ini mengalami kekeringan. “Ada 234 saluran irigasi yang menjadi kewenangan pemkab Serang. Hampir semua kering,” katanya seraya mengatakan kekeringan irigasi terjadi bukan karena kerusakan saluran irigasi melainkan karena memang sumber air yang kering karena kemarau.
Mantri Pengairan Bendung Pamarayan Dedi Supandi mengatakan bahwa kondisi air di Bendung Pamarayan yang mengairi irigasi di Kabupaten Serang saat ini memang sedang kecil. “Minggu kemarin ketinggiannya mencapai 12,50 meter, sekarang menjadi 12,70 meter, ada penambahan sekitar 20 centimeter, mungkin di selatan ada hujan jadi ketinggian air bertambah sedikit,” katanya.
Dalam keadaan normal, kata Dedi, ketinggian air di Bendung Pamarayan mencapai 13,10 meter dan itu cukup untuk pengairan irigasi, bahkan banyak air yang dibuang ke laut.
Pantai Lontar Serang Tempat Mesum ABG
Pantai Lontar Indah di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten dikeluhkan masyarakat karena kerap jadi tempat mesum muda-mudi dari berbagai tempat.
Biing, warga Desa Bankir, Kecamatan Tirtayasa mengatakan, seti
ap malam, selalu saja ada anak baru gede (ABG) yang berpacaran di pantai tersebut. “Yang ciuman, dan melakukan apa segala macam ada. Orang saya kalau lewat ngejejer di sana ABG yang lagi pacaran. Apalagi kalau malem Minggu,” kata Biing, Jum’at .
Biing khawatir, kondisi itu jika dibiarkan akan membawa dampak buruk kepada masyarakat Tirtayasa. Biing berharap pemerintah daerah segera menindak ABG yang perilakunya sudah merusak moral tersebut. Warga berharao bisa menertibkan lokasi tersebut. “Saya kalau bicara bahasa agama takut kena azab Kang,” tutur Biing.
Koordinator Pergerakan Serang Utara (Pesat), Aldin mengatakan, belum lama ini, masyarakat menangkap beberapa pasangan yang melakukan tindakan mesum. “Biasanya banyak saat hari libur atau ada masyarakat yang hajatan,” kata Aldin.
Masyarakat Serang utara awal Januari lalu sebenarnya sudah pernah mendesak DPRD Kabupaten Serang untuk segera mengambil tindakan, tetapi sampai saat ini belum ada respons yang serius. Komunitas Masyarakat Serang Utara (KMSU) bahkan telah menyiapkan data visual praktik kemaksiatan yang terjadi di kawasan Pantai Lontar.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Serang, Ridwan Surbakti mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia pun belum mengetahui rencana ke depan pengembangan pantai Lontar. “Saya baru kan menjadi kepala dinas. Nanti kita akan cek kembali harusnya seperti apa. Itu sebelumnya memang sudah ada programnya. Tapi saya lupa. Memang seharusnya hal-hal tersebut bisa dicegah,” tuturnya. (haryono/B)
Biing, warga Desa Bankir, Kecamatan Tirtayasa mengatakan, seti
ap malam, selalu saja ada anak baru gede (ABG) yang berpacaran di pantai tersebut. “Yang ciuman, dan melakukan apa segala macam ada. Orang saya kalau lewat ngejejer di sana ABG yang lagi pacaran. Apalagi kalau malem Minggu,” kata Biing, Jum’at .
Biing khawatir, kondisi itu jika dibiarkan akan membawa dampak buruk kepada masyarakat Tirtayasa. Biing berharap pemerintah daerah segera menindak ABG yang perilakunya sudah merusak moral tersebut. Warga berharao bisa menertibkan lokasi tersebut. “Saya kalau bicara bahasa agama takut kena azab Kang,” tutur Biing.
Koordinator Pergerakan Serang Utara (Pesat), Aldin mengatakan, belum lama ini, masyarakat menangkap beberapa pasangan yang melakukan tindakan mesum. “Biasanya banyak saat hari libur atau ada masyarakat yang hajatan,” kata Aldin.
Masyarakat Serang utara awal Januari lalu sebenarnya sudah pernah mendesak DPRD Kabupaten Serang untuk segera mengambil tindakan, tetapi sampai saat ini belum ada respons yang serius. Komunitas Masyarakat Serang Utara (KMSU) bahkan telah menyiapkan data visual praktik kemaksiatan yang terjadi di kawasan Pantai Lontar.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Serang, Ridwan Surbakti mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia pun belum mengetahui rencana ke depan pengembangan pantai Lontar. “Saya baru kan menjadi kepala dinas. Nanti kita akan cek kembali harusnya seperti apa. Itu sebelumnya memang sudah ada programnya. Tapi saya lupa. Memang seharusnya hal-hal tersebut bisa dicegah,” tuturnya. (haryono/B)
Kekeringan di Pontirta dan Pasokan Air Bersih PDAM Putus Akibatkan Warga Kesulitan Air
Sejak terjadinya gagal panen akibat kemarau yg menerpa 226 hektar petani di banten, saat ini areal sawah seluas 86.114 hektar di Banten merupakan sawah tadah hujan dari total luas baku sawah di Banten seluas 197.530 hektar. Adapun Serang Utara sebagai lumbung padi provinsi yang berbasis tadah hujan terkena imbasnya dengan gagalnya panen di kecamatan Tirtayasa 86 hektare, Kopo 30 hektare , Mancak 3 hektare, Tunjung Teja 25 hektare, Tanara 25 hektare dan Kecamatan Petir 45 hektare antisipasi terkait masih belum nampak dilakukan.
Sebagaimana kutipan antara
yang menjelaskan Tim Reaksi Cepat bentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten belum mampu memberikan laporan investigatif atas krisis yg terjadi untuk memantau warga yang kesulitan air bersih didaerah.
Terlebih surutnya sungai sebagai sumber tadah hujan masyarakat serang utara menyusut drastis. Investigasi dilakukan pada Sungai yg membelah cipatuk hingga linduk, tingkat surut mencapai 1 meter (lihat foto2). Batas tersebut terlihat jelas pada beton jembatan dan ukuran tanggul yg surut. Bahkan, Pipa PDAM tidak mencapai air, sehingga pasokan air bersih untuk masyarakat putus.
Pantauan pada hulu bendungan Pamarayan juga terjadi penyusutan drastis. Pelaksana Operasional dan Pemeliharaan Bendung Pamarayan Nendi Zulfandi mengatakan, kondisi air Bendung Pamarayan di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, semakin
menyusut.
Bila demikian, tidak hanya persoalan musim tanam petani sawah, perkebunan yang terancam, tetapi lebih dahsyat lagi adalah putusnya pasokan air bersih bagi masyarakat pontirta (pontang, tirtayasa dan tanara) yang merupakan sumber hajat utama untuk keseharian kebersihan. Dengan hilangnya pasokan air bersih tersebut, dipastik musim diare, penyakit kulit dan epidemi lainnya akan marak menjadi fenomena yang akan dijumpai.
Masyarakat kampung Linduk dan Kubang Puji yang dekat dengan PDAM menjelaskan kesulitannya mendapat air bersih, bahkan bila mendapat air pun, air tersebut berwarna lumpur sangat jauh dari standar baku mutu. Kesulitan tersebut ditambah dengan susut sungai sekunder, dan keringnya irigasi. Kreatifitas masyarakat membuat kolam sumur disungai mencerminkan keadaan dalam siaga bencana kemarau.
Sejauh ini, isu kemarau masih kalah menarik dari isu politik lainnya, padahal utamanya; hak hajat hidup masyarakat harus diutamakan untuk diberi pelayanannya.
Apakah dengan pasokan air bersih yg putus dapat mendongkrak popularitas calon gubernur untuk menarik simpati konstituen dengan memberikan tangki air bersih sebagai modal mendulang suara pemilu? CUKUP! Masyalah air adalah air, tak usah dibawa kepolitik segala.
Masyarakat pontirta sudah terkena imbas kemarau. Saatnya, suplai air pada segala hulu sungai dialiri.
Kebijakan irigasi dan peta pasokan air harus menjadi prioritas saat ini, sebelum ancaman yang disebutkan diatas terjadi. Mari sama-sama menyuarakan isu kemarau ini menjadi isu utama yg penting untuk diselesaikan segera. (SEIKIBAE/LLJ)
WebRepOverall rating
Sebagaimana kutipan antara
yang menjelaskan Tim Reaksi Cepat bentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten belum mampu memberikan laporan investigatif atas krisis yg terjadi untuk memantau warga yang kesulitan air bersih didaerah.
Terlebih surutnya sungai sebagai sumber tadah hujan masyarakat serang utara menyusut drastis. Investigasi dilakukan pada Sungai yg membelah cipatuk hingga linduk, tingkat surut mencapai 1 meter (lihat foto2). Batas tersebut terlihat jelas pada beton jembatan dan ukuran tanggul yg surut. Bahkan, Pipa PDAM tidak mencapai air, sehingga pasokan air bersih untuk masyarakat putus.
Pantauan pada hulu bendungan Pamarayan juga terjadi penyusutan drastis. Pelaksana Operasional dan Pemeliharaan Bendung Pamarayan Nendi Zulfandi mengatakan, kondisi air Bendung Pamarayan di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, semakin
menyusut.
Bila demikian, tidak hanya persoalan musim tanam petani sawah, perkebunan yang terancam, tetapi lebih dahsyat lagi adalah putusnya pasokan air bersih bagi masyarakat pontirta (pontang, tirtayasa dan tanara) yang merupakan sumber hajat utama untuk keseharian kebersihan. Dengan hilangnya pasokan air bersih tersebut, dipastik musim diare, penyakit kulit dan epidemi lainnya akan marak menjadi fenomena yang akan dijumpai.
Masyarakat kampung Linduk dan Kubang Puji yang dekat dengan PDAM menjelaskan kesulitannya mendapat air bersih, bahkan bila mendapat air pun, air tersebut berwarna lumpur sangat jauh dari standar baku mutu. Kesulitan tersebut ditambah dengan susut sungai sekunder, dan keringnya irigasi. Kreatifitas masyarakat membuat kolam sumur disungai mencerminkan keadaan dalam siaga bencana kemarau.
Sejauh ini, isu kemarau masih kalah menarik dari isu politik lainnya, padahal utamanya; hak hajat hidup masyarakat harus diutamakan untuk diberi pelayanannya.
Apakah dengan pasokan air bersih yg putus dapat mendongkrak popularitas calon gubernur untuk menarik simpati konstituen dengan memberikan tangki air bersih sebagai modal mendulang suara pemilu? CUKUP! Masyalah air adalah air, tak usah dibawa kepolitik segala.
Masyarakat pontirta sudah terkena imbas kemarau. Saatnya, suplai air pada segala hulu sungai dialiri.
Kebijakan irigasi dan peta pasokan air harus menjadi prioritas saat ini, sebelum ancaman yang disebutkan diatas terjadi. Mari sama-sama menyuarakan isu kemarau ini menjadi isu utama yg penting untuk diselesaikan segera. (SEIKIBAE/LLJ)
WebRepOverall rating
Eksploitasi Pasir Darat Resahkan Warga Serang
Eksploitasi pasir darat di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang kembali beroperasi.
Kondisi ini kembali membuat warga resah, karena dampak dari aktivitas tersebut merugikan warga sekitar, termasuk kerusakan lingkungan yang mengancam terjadinya bencana alam.
Sekretaris Aliansi Mahasiswa Pontang, Tirtayasa, Tanara dan Carenang (AMPT2C) Iwan Sofyan,
mengatakan, sejumlah kerugian yang dirasakan warga antara lain membuat infrastruktur jalan di wilayah Pontang Tirtayasa dan Tanara (Pontirta) rusak parah.
Selain itu, menimbulkan debu yang membuat warga sesak nafas, dan jalan berlumpur saat musim hujan tiba. "Dampak yang paling besar dan cukup berbahaya adalah abrasi," ujarnya.
Pemkab Serang, kata dia, tetap membiarkan dan memuluskan izin aktivitas penambangan tersebut, sama artinya dengan membiarkan warga tersiksa dan dibiarkan mati perlahan.
TETAP BERJALAN
"Akhir Januari lalu, Pemkab Serang menghentikan penambangan pasir di Lontar dan sekitarnya karena surat izin telah habis, dan Pak Bupati berjanji tidak akan memberikan perpanjangan izin ke penambang.
Kenyataan di lapangan, penambangan pasir tetap saja berjalan sampai sekarang dan tidak menghiraukan dampak yang ditimbulkannya," sebutnya.
"Paling ironis, pimpinan kecamatan hanya asyik menjadi penonton dan tidak memperjuangkan warganya," tambah Iwan seraya mendesak pemkab segera bertindak.
(tommy/ds/g)
Kondisi ini kembali membuat warga resah, karena dampak dari aktivitas tersebut merugikan warga sekitar, termasuk kerusakan lingkungan yang mengancam terjadinya bencana alam.
Sekretaris Aliansi Mahasiswa Pontang, Tirtayasa, Tanara dan Carenang (AMPT2C) Iwan Sofyan,
mengatakan, sejumlah kerugian yang dirasakan warga antara lain membuat infrastruktur jalan di wilayah Pontang Tirtayasa dan Tanara (Pontirta) rusak parah.
Selain itu, menimbulkan debu yang membuat warga sesak nafas, dan jalan berlumpur saat musim hujan tiba. "Dampak yang paling besar dan cukup berbahaya adalah abrasi," ujarnya.
Pemkab Serang, kata dia, tetap membiarkan dan memuluskan izin aktivitas penambangan tersebut, sama artinya dengan membiarkan warga tersiksa dan dibiarkan mati perlahan.
TETAP BERJALAN
"Akhir Januari lalu, Pemkab Serang menghentikan penambangan pasir di Lontar dan sekitarnya karena surat izin telah habis, dan Pak Bupati berjanji tidak akan memberikan perpanjangan izin ke penambang.
Kenyataan di lapangan, penambangan pasir tetap saja berjalan sampai sekarang dan tidak menghiraukan dampak yang ditimbulkannya," sebutnya.
"Paling ironis, pimpinan kecamatan hanya asyik menjadi penonton dan tidak memperjuangkan warganya," tambah Iwan seraya mendesak pemkab segera bertindak.
(tommy/ds/g)
kerusakan infrastruktur jalan di wilayah pontirta, berdampak buruk bagi ekonomi.
setiap tahun pemerintah pusat mengucurkan
anggaran peningkatan jalan dan
pemeliharaan yang cukup besar,
tetapi masih banyak sekali kondisi ruas jalan yang rusak parah dan ringan. Seperti di desa jongjing-puser kec.tirtayasa sudah berpuluh-puluh tahun rusak parah tapi blum juga di perbaiki, ada apa dengan pemerintah. Bukan hanya di puser sajah yang rusak parah. Di laban, kemanisan, tegal sari, kelepian, tanara dll juga mengalami hal yang sama. Selain menghambat investasi dan
laju perekonomian, parahnya
kerusakan jalur tersebut juga
mengganggu aktifitas warga
serta keselamatan para
pengguna jalan. “kerusakan jalur transportasi ini
jelas sangat mengganggu
aktifitas.
meski seringkali kami adukan,
tapi belum pernah ada respon
dari pemerintah,” ujar warga puser.
Akibat jalan ini, kendaraan-
kendaraan kami rentan
mengalami kerusakan. Imbasnya
adalah biaya perbaikan dan
pemeliharaan kendaraan meningkat tajam,” paparnya.
Bahkan kondisi itu seringkali
menyebabkan para pengguna
jalan mengalami kecelakaan.
“Pada jalur ini memang sering
terjadi kecelakaan. Bahkan cukup
banyak korban yang hingga harus mendapatkan penanganan
medis,”
cipontirta news.
anggaran peningkatan jalan dan
pemeliharaan yang cukup besar,
tetapi masih banyak sekali kondisi ruas jalan yang rusak parah dan ringan. Seperti di desa jongjing-puser kec.tirtayasa sudah berpuluh-puluh tahun rusak parah tapi blum juga di perbaiki, ada apa dengan pemerintah. Bukan hanya di puser sajah yang rusak parah. Di laban, kemanisan, tegal sari, kelepian, tanara dll juga mengalami hal yang sama. Selain menghambat investasi dan
laju perekonomian, parahnya
kerusakan jalur tersebut juga
mengganggu aktifitas warga
serta keselamatan para
pengguna jalan. “kerusakan jalur transportasi ini
jelas sangat mengganggu
aktifitas.
meski seringkali kami adukan,
tapi belum pernah ada respon
dari pemerintah,” ujar warga puser.
Akibat jalan ini, kendaraan-
kendaraan kami rentan
mengalami kerusakan. Imbasnya
adalah biaya perbaikan dan
pemeliharaan kendaraan meningkat tajam,” paparnya.
Bahkan kondisi itu seringkali
menyebabkan para pengguna
jalan mengalami kecelakaan.
“Pada jalur ini memang sering
terjadi kecelakaan. Bahkan cukup
banyak korban yang hingga harus mendapatkan penanganan
medis,”
cipontirta news.
pekerjaan wartawan adalah pekerjaan yang membutuhkan kerja keras
Syarat menjadi wartawan
tidaklah susah. Tidak harus
ganteng, tidak harus cerdas,
tetapi harus mempunyai vitalitas,
”Vitalitas itu
sangat penting bagi seorang wartawan, karena pekerjaan
wartawan adalah pekerjaan
yang membutuhkan kerja
keras,” ujar Langlang, yang kali
ini membahas 5W+1H dan nilai-
nilai dalam sebuah berita.
tidaklah susah. Tidak harus
ganteng, tidak harus cerdas,
tetapi harus mempunyai vitalitas,
”Vitalitas itu
sangat penting bagi seorang wartawan, karena pekerjaan
wartawan adalah pekerjaan
yang membutuhkan kerja
keras,” ujar Langlang, yang kali
ini membahas 5W+1H dan nilai-
nilai dalam sebuah berita.
Sunday, October 9, 2011
makam pahlawan nasional di penuhi sampah dan warga sekitar menjemur pakaian di pagar -paga besi milik makam pahlawan nasioanal
pah
apakah pantas di sebuah makam pahlawan nasional seperti di makam sultan agung tirtayasa di penuhi sampah dan pagar-pagar besi di jadikan jemuran baju-baju oleh warga sekitar,. menurut saya sebagai penulis sangat tidak setuju sekali,. karna pemandangan ini sanagt tidak enak di lihat dan menggangu khusu nya pejiarah,. sudah lama petugas dan pendatang mengeluhkan kondisi yang tidak enak ini,. menurut petugas/penjaga makam, sudah beberapa kali petugas melarang membuang sampah apalagi menjemur pakaian di sekitar makam tapi larangan dan omongan nya tidak di gubris sama sekali,. hifatullah
apakah pantas di sebuah makam pahlawan nasional seperti di makam sultan agung tirtayasa di penuhi sampah dan pagar-pagar besi di jadikan jemuran baju-baju oleh warga sekitar,. menurut saya sebagai penulis sangat tidak setuju sekali,. karna pemandangan ini sanagt tidak enak di lihat dan menggangu khusu nya pejiarah,. sudah lama petugas dan pendatang mengeluhkan kondisi yang tidak enak ini,. menurut petugas/penjaga makam, sudah beberapa kali petugas melarang membuang sampah apalagi menjemur pakaian di sekitar makam tapi larangan dan omongan nya tidak di gubris sama sekali,. hifatullah
kondisi jalan
bo
kondisi jalan di wilayah kecamatan tirtayasa sangat perihatin sekali, seperti di beberapa wilayah jongjing-puser, tegalsari - kemanisan dll. sudah lama sekali jalan tersebut rusak tapi belum ada tindakan dari pemerintah
kondisi jalan di wilayah kecamatan tirtayasa sangat perihatin sekali, seperti di beberapa wilayah jongjing-puser, tegalsari - kemanisan dll. sudah lama sekali jalan tersebut rusak tapi belum ada tindakan dari pemerintah
Subscribe to:
Posts (Atom)









